Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Hari Gini Pengen Jadi penulis? Hah? Alasan Untuk Tidak Menjadi Penulis!

alasan-untuk-tidak-menjadi-penulis
Image by Free-Photos from Pixabay 

Hah? Apa Anda ingin menjadi penulis hari ini?

Jika Anda termasuk orang yang memiliki banyak ide, pengalaman dan pengetahuan, maka Anda memiliki potensi untuk menjadi seorang penulis, baik itu di media sosial, blog, maupun buku. Tapi tidak semua orang bisa atau mau menuliskannya. Ada banyak alasan untuk menjadi penulis, tetapi lebih banyak lagi alasan untuk tidak menjadi penulis. Diantara yang lain :

1. Tidak ada waktu. Daripada menghabiskan waktu menulis lebih asyik nonton TV, main game, ngobrol hingga puluhan halaman.

2. Takut terlihat bodoh. Pembaca bisa menebak tingkat intelektual pengarangnya. Bisa dibayangkan jika tulisan kita dibaca oleh senior, master, professor dan professor. Apa kata dunia?

3. Takut akan komentar negatif. Di media sosial, orang lebih suka menjadi komentator daripada pembuat status. Tulisan Anda kemungkinan besar akan menerima komentar pedas, cibiran, hingga diganggu di seluruh dunia. Daripada merasa sakit hati, tidak bisa tidur lalu bunuh diri, lebih amannya bikin akun palsu dan jadi pembenci Jokowi.

4. Tidak bisa menulis kata-kata. Meski sudah 12 tahun mengambil pelajaran bahasa Indonesia dari SD hingga SMA, tetap saja sulit menulis artikel yang bisa dipahami banyak orang meski sendiri tidak memahaminya. Itu karena tujuan kita di sekolah adalah mencari nilai dan ijazah, bukan pengetahuan.

5. Takut dicuri kompetitor. Sayang sekali jika ilmu yang didapat dengan susah payah dan mahal harus dibagikan di blog, e-book, atau buku fisik. Mungkin orang yang membaca tulisan Anda bisa lebih pintar dan mengalahkan popularitas Anda. Pesaing Anda semakin kaya berkat tulisan Anda yang berbobot.

6. Tidak ada yang membayar. Saya disuruh menulis dengan bos dan kemudian membayar surat, saya ingin menjadi penulis. Jika tidak ada yang membayar, buat apa repot-repot menulis. Lebih baik jual di OLX, barang yang dijual langsung dapat uang.

7. Belum menemukan penerbit yang cocok. Kamu mau menulis jika ada penerbit yang ingin mengedarkan tulisan kamu di Gramedia. Bahkan jika Anda bertemu dengan penerbit, Anda hanya mendapatkan royalti 10%. Lebih baik menjadi penerbit dengan persentase lebih besar, bisa 50% lebih!

8. Sudah puas dengan penghasilan selain menulis. Jika pekerjaan Anda menghasilkan 3 juta per hari, lebih baik tidak menulis. Fokus saja pada pekerjaan yang sempurna.

9. Royalti di akhirat? Dikatakannya bahwa setelah meninggal pahala yang masih mengalir adalah anak yang saleh, amal shalih dan ilmunya yang bermanfaat. Saat ini tidak ada bukti bahwa ilmu yang dibagikan di blog menjadi royalti di akhirat. Kecuali jika Anda mencoba mati dulu.

Dengan alasan di atas, jelaslah, tidak perlu repot menjadi penulis di koran, buku, blog, media sosial, atau di dinding. Biarlah saya dan teman-teman saya menjadi penulis, karena kalau ikut nulis dikhawatirkan penghasilan saya turun ya.

Popular article


Post a Comment for "Hari Gini Pengen Jadi penulis? Hah? Alasan Untuk Tidak Menjadi Penulis!"