Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Surat Pernyatan Cerai! Cara Mengajukan Gugatan Cerai ke Pengadilan

Langkah-langkah Mengajukan Gugatan Perceraian ke Pengadilan

Menjelang akhir tahun, kabar mengejutkan datang dari pasangan artis Gisella Anastasia dan Gading Marten. Gisel telah mengajukan gugatan cerai dari suaminya Gading ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Setelah kabar perceraian tersebut, muncul tagar #SaveGempi yang menjadi trending topic di media sosial.

Kasus perceraian bukan hanya untuk selebriti. Banyak orang memiliki masalah yang sama, hanya saja tidak terungkap. Penyebab utama perceraian bermacam-macam, seperti tidak cocok lagi, karena masalah ekonomi, hingga kehadiran orang ketiga.

Apa sebenarnya perceraian itu dan bagaimana cara mengajukan gugatan cerai di pengadilan berdasarkan hukum yang berlaku?

Image by Steve Buissinne from Pixabay 


Pengertian Perceraian

Perceraian adalah akhir dari pernikahan antara suami dan istri. Seorang suami atau istri dapat mengajukan gugatan cerai di pengadilan. Ketika sebuah kasus ditangani oleh pengadilan, untuk mencapai perceraian, ada tahapannya. Harus melalui tahap mediasi terlebih dahulu, menghadirkan saksi di pengadilan, dan jika alasan pemisahan diterima, maka pengadilan akan mengabulkan gugatan.

Perceraian telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Sidang perceraian dapat dilanjutkan jika kedua belah pihak telah sepakat untuk menandatangani surat cerai dan melengkapi semua persyaratan yang diperlukan di pengadilan nanti.

Langkah-Langkah Mengajukan Gugatan Perceraian ke Pengadilan

Perceraian terjadi karena suami atau istri tidak dapat lagi mempertahankan perkawinan perkawinannya. Perceraian merupakan jalan terakhir untuk mengakhiri gejolak rumah tangga yang terjadi. Jika merupakan keputusan bersama, berikut langkah-langkah pengajuan gugatan cerai:

1. Siapkan Dokumen yang Diperlukan

Dokumen yang perlu Anda persiapkan dalam mengajukan gugatan cerai cukup banyak, antara lain:

  • Surat nikah asli Original
  • Fotokopi surat nikah
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari penggugat
  • Sertifikat dari desa
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi akta kelahiran anak (jika sudah memiliki anak)
  • Materai

Nah jika ingin menggugat aset Gono Gini atau harta bersama, siapkan juga berkas-berkasnya, seperti sertifikat tanah, dokumen kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB dan STNK), dan dokumen properti lainnya.

2. Mendaftarkan Gugatan Perceraian ke Pengadilan

Setelah menyiapkan dokumen lengkap, Anda dapat pergi untuk mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri. Pendaftaran gugatan cerai harus melalui pengadilan di wilayah tempat tinggal tergugat. Jika istri akan mengajukan gugatan cerai dari suaminya, maka istri harus mengajukan gugatan di pengadilan tempat suaminya berada.

3. Membuat Surat Gugatan

Setelah Anda tiba di pengadilan, Anda dapat langsung pergi ke pusat bantuan hukum pengadilan untuk mengajukan gugatan. Gugatan cerai ini harus menyebutkan alasan mengajukan gugatan cerai. Alasan gugatan cerai harus dapat diterima oleh pengadilan, seperti unsur penganiayaan, penelantaran, kekerasan, pertengkaran terus-menerus, dan alasan lainnya.

4. Siapkan Biaya Perceraian

Biaya selama masa sidang perceraian harus dibayar oleh pihak yang mengajukan gugatan cerai. Biaya tersebut meliputi biaya pendaftaran, biaya materai, biaya pengurusan (ATK), biaya redaksi, dan biaya panggilan pengadilan. Biaya yang dikeluarkan selama proses persidangan perceraian tergantung pada kedua belah pihak yang bercerai. Jika salah satu pihak tidak pernah menanggapi panggilan, pengadilan berhak untuk mengenakan biaya yang lebih tinggi. Namun, ini sekali lagi tergantung pada jumlah ketidakhadiran pihak yang diceraikan.

5. Mengetahui Tata Cara dan Proses Persidangan

Selama proses persidangan, kedua belah pihak harus menghadiri persidangan untuk berpartisipasi dalam mediasi. Dengan adanya mediasi, diharapkan kedua belah pihak dapat berdamai dan mencabut gugatannya. Namun jika putusan cerai sudah bulat, maka dilanjutkan dengan pembacaan gugatan cerai.

Jika terdakwa tidak pernah memenuhi panggilan pengadilan untuk menghadiri persidangan, maka pengadilan dapat mengambil keputusan yang mengandung pemutusan hubungan hukum antara suami dan istri.

Putusan ini kemudian akan dikirimkan kepada terdakwa sebagai bukti bahwa perkawinan telah berakhir. Jika tergugat sama sekali tidak memberikan tanggapan mengenai putusan tersebut, maka pengadilan berhak membuat akta cerai.

6. Mempersiapkan Saksi

Gugatan perceraian dapat berjalan dengan lancar jika penggugat memberikan alasan yang jelas untuk mengajukan gugatan cerai. Alasan ini juga akan dihadirkan di pengadilan, termasuk menghadirkan saksi-saksi yang dapat menguatkan alasan perceraian. Saksi-saksi ini akan dihadirkan dalam sidang perceraian.

Jika Anda masih bingung, tidak mau repot mengurus sendiri gugatan cerai, Anda bisa menyewa jasa pengacara yang akan memuluskan semua masalah perceraian Anda. Dengan seorang pengacara, setidaknya Anda memiliki tameng untuk melindungi diri dari ancaman yang datang dari pasangan Anda secara tiba-tiba.

Ikuti Semua Instruksi dari Pengadilan

Selengkap apapun dokumen perceraian yang Anda ajukan ke pengadilan, tetap akan percuma jika Anda tidak mengikuti semua petunjuk dari pengadilan dengan baik dan benar. Oleh karena itu, ikutilah semua petunjuk pengadilan dan selalu patuhi panggilan, terutama jika Anda adalah penggugat. 

Popular article


Post a Comment for "Surat Pernyatan Cerai! Cara Mengajukan Gugatan Cerai ke Pengadilan"