Penjelasan Virus Ransomware Wannacry!

Daftar Isi: (toc)

Sebuah virus pemalak ransomware jenis baru yang disebut UIWIX terdeteksi oleh Pusat Tanggap Darurat Virus Komputer Nasional China, atau VERC, pada Kamis dini hari, 18 Mei 2017, Data VERC menunjukkan bahwa virus tersebut terdeteksi di luar China. Virus UIWIX menggunakan kerentanan sistem Microsoft Windows yang sama untuk menyebar sebagai ransomware WannaCry yang terkenal, yang menargetkan ribuan komputer di ratusan negara pada pekan lalu.
Virus mengenkripsi file pengguna dan mengganti nama mereka untuk membatasi pengguna mengakses komputer atau file, kecuali jika mereka membayar uang tebusan.

Apa itu Virus Ransomware Wannacry dan kenapa kita harus waspada . Serangan Ransomware mendadak menjadi viral di Indonesia.


WannaCry Ransomware mulai menyerang sejumlah negara di dunia mulai hari Jumat kemarin. Sebanyak 99 negara ditetapkan terinfeksi Ransomware Wanna Cry, termasuk Indonesia, seperti dilansir dari DW.com (14/5/2017).
Ransomware
Sejumlah negara yang terinfeksi di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Italia, Tiongkok, Rusia, Taiwan dan Ukraina. Di mana, 3 negara terakhir menerima dampak paling buruk.
Apa Itu Ransomware?
Ransomware adalah perangkat lunak perusak yang mengenkripsi file di komputer atau perangkat seluler yang terinfeksi.
Virus ini mengunci komputer dan mencegah pengguna mengakses file, dokumen dan gambar sampai pembayaran dilakukan.
Komputer biasanya terinfeksi saat pengguna membuka tautan atau lampiran email dari pesan email berbahaya.
Dikenal sebagai email phishing, pesan sering dikirim dari akun email yang disamarkan. Tujuannya, agar terlihat seperti berasal dari entitas yang dikenal atau dapat dipercaya. Hacker juga dapat menanam malware di situs web.
Lock Screen
Pengguna mungkin tidak langsung sadar bahwa komputer telah terinfeksi. Beberapa jenis ransomware menunjukkan “layar kunci” yang memberitahukan pengguna bahwa file mereka telah dienkripsi. Lock Screen tersebut menuntut pembayaran untuk membuka kunci file.
Meskipun demikan, instansi penegak hukum menyarankan agar tidak membayarkan uang tebusan. Mereka mengatakan bahwa pembayaran mendorong hacker kriminal.
Ditegaskan pula bahwa tidak ada jaminan setelah pembayaran akses ke file akan dipulihkan.
Oleh karena itu, berhati-hatilah sebelum mengklik link email dari sumber yang tidak diketahui. Sobat juga harus menginstal pembaruan keamanan pada komputer dan membuat cadangan file jika terjadi serangan.
Wanna Crypt
Serangan pada hari Jumat kemarin menargetkan kerentanan yang diketahui pada sistem operasi Windows.
Microsoft mengatakan bahwa mereka merilis update Windows untuk melindungi pengguna terhadap serangan. Namun ternyata, tidak semua orang memasangnya.
Ransomware Indonesia
Di Indonesia sendiri, dua Rumah Sakit di Jakarta telah terkena serangan WannaCry. Mereka adalah RS Dharmais dan RS Harapan Kita.
Laporan yang diungkap Europol, dikutip situs Sputniknews, Sabtu 20 Mei 2017, menunjukkan bahwa serangan dengan menggunakan ransomware WannaCry menargetkan lebih dari 200 ribu korban di sekitar 150 negara, termasuk China.
Sebelumnya, seorang netizen di Taiwan, menjadi korban dari serangan ThunderCrypt dan mendapati datanya disandera lalu dimintai tebusan sebesar 0,345 bitcoin, atau setara Rp5 juta.
ThunderCrypt adalah jenis ransomware yang mirip dengan WannaCry, tetapi memiliki kode yang berbeda. Tak disangka, netizen ini kemudian menulis email ke hacker (peretas) yang mengirim ThunderCrypt.
"Gaji bulananku hanya NT$400 (Rp177.600). Apakah kamu tega dan melakukan ini kepadaku?” demikian kata netizen tersebut. Tanpa diduga pula, sang hacker kemudian membalas email tersebut dan membebaskan data miliknya tanpa harus membayar tebusan.
Tak hanya itu, sang hacker juga menjawab bahwa serangan virus ke Taiwan terbilang gagal, karena mereka salah menilai pendapatan gaji dari orang-orang di negara yang kini masih berseteru dengan China Daratan. (asp)
Find Out
Related Post



Ikuti AltairGate.com pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan Berita Terupdate tentang Dunia Pendidikan dan Hiburan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Jika ada Link Unduhan yang Error, Beri tahu Lewat Komen ya!

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad