Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Bagaimana Stimulasi Pendengaran - Membantu Anak yang Sakit dan Autis

Matikan suara: Bagaimana Stimulasi Pendengaran Membantu Anak yang Sakit dan Autis

Gambar oleh Robin Higgins dari Pixabay 


Suara adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari, jadi ketika menghadapi anak autis yang memiliki masalah sensorik, suara adalah salah satu hal pertama yang harus Anda pelajari untuk dikendalikan, terutama di lingkungan belajar. 

Suara bisa menyakitkan dan membantu anak autis. Karena setiap individu autis berbeda, Anda harus mengamatinya dengan saksama untuk mengetahui jenis reaksi yang dapat Anda harapkan dari stimulasi sensorik pendengaran.


Suara yang keras atau menakutkan mungkin merupakan jenis stimulasi sensorik yang paling sulit dalam kehidupan anak autis. Banyak dari aktivitas rutin kita sehari-hari menyertakan suara seperti itu, mengganggu proses pertumbuhan. Anak autis tidak dapat dan tidak akan belajar jika mereka ketakutan. 

Misalnya, orang tua sering mengalami kesulitan saat melatih anak autis ke toilet. Ini mungkin karena suara seram dari toilet yang menyiram; penyihir bisa sangat kuat dan anak autis. Sebaliknya, coba gunakan tempat duduk pispot jauh dari toilet yang sebenarnya sampai mereka terbiasa dengan ide tersebut. 

Contoh lainnya adalah makanan yang keras atau renyah. Jika anak autis Anda adalah orang yang pilih-pilih makanan, coba perhatikan secara spesifik makanan mana yang secara terang-terangan dia tolak. Terkadang, makanan terdengar terlalu keras saat berderak di mulut anak autis, dan suara keras ini dapat melukai telinganya. 

Jika hal ini terjadi pada anak Anda, berikan makanan lunak alternatif selain wortel, apel, atau keripik kentang yang renyah. Suara keras lainnya, seperti penyedot debu, dapat melukai telinga anak Anda. Cobalah untuk melakukan aktivitas ini ketika dia tidak ada di dalam ruangan, atau pertimbangkan untuk memberikan penyumbat telinga kepada anak Anda yang dapat dia gunakan jika dunia menjadi terlalu berisik.


Suara juga bisa menyebabkan fiksasi. Beberapa anak, misalnya, terus-menerus bersenandung dan tampak terpaku pada pemandangan dan suara mesin pemotong rumput. Gunakan fiksasi ini agar bermanfaat. Misalnya, baca cerita tentang mesin pemotong rumput atau gunakan senandung bersama dengan sebuah lagu. 

Musik adalah cara yang bagus di mana individu autis dapat belajar, karena suara adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal. Guru dan orang tua harus menggunakan alat ini di lingkungan belajar. Kuncinya adalah membuat suara bekerja untuk Anda dan anak Anda. Autisme adalah gangguan yang sulit ditangani, jadi dengan peka terhadap kebutuhan spesifik anak Anda, Anda dapat membantunya belajar menghadapi suara-suara kehidupan sehari-hari. 



Category: Autism,

Popular article


Post a Comment for "Bagaimana Stimulasi Pendengaran - Membantu Anak yang Sakit dan Autis"